Saturday, April 30, 2016

Tickles

It's tickling

Is it him
Or is it just me?

Is it the same feeling
Or is it a different thing?

Do I still love the same
Or is it just as it is?

Wednesday, April 27, 2016

Kami dan Kalian, Satu Sama Lain

Kami
Sama sama terpikat
Pada diri kami masing masing

Kalimat macam apa itu?
Kalian mulai terbawa perasaan antara satu sama lain!

Ya, mungkin
Karena itulah
Kami mulai menjauh dari satu sama lain

Menjauh?
Kalian baru saja menatap satu sama lain sambil tersenyum!

Tak boleh kah?
Setidaknya kami mencoba berhenti karena kami sadar ini berbahaya

Itu pernyataan bodoh!
Kalian begitu licik!

Tidak, kami tidak licik
Justru kami ingin bertahan pada tempat kami seharusnya

Benarkah?
Lalu bagaimana kau menjelaskan semua ini?

Kami
Hanya terpikat
Pada diri kami masing masing

Itu bodoh!

Karena itu
Bantu lah kami

Sikap kalian telah menyakiti orang lain!

Bantu lah kami
Agar tidak terpikat pada satu sama lain

Eh?

Bantu lah kami
Untuk kembali pada dunia nyata
Dan tenggelam
Dalam kenyataan
Yang sebenarnya manis
Apa adanya

Tuesday, April 26, 2016

I Think I Miss Something

I think I miss something
Something I regret missing

I want to soar
Letting out the beast inside

I want to run across the sky
Seeing how small this world could be
And how smaller I am

My heart's bursting out to the clouds
It's just white, as pure as wings
It's just blue, as blue as me

I want to twirl, up the atmosphere
Feeling the breeze within my tips
Holding up against the sun
And swooshing, freezing all surroundings

The feeling still sails
Throbbing inside

I still miss something
I totally regret missing

Eh, Eh

Aku tau kamu sengaja
Mungkin supaya aku mengerti

Mungkin kamu pikir setelah itu kita bisa kembali normal
Seperti tidak ada masalah apa apa

Tapi aku masih merasa nggak enak sama kamu
Jadi aku pergi

Pergi jauuuuuuhhhhhhhh banget



Terusan tulisan di line:
"Eh, eh, nilai tambah lo buat apa?"

Thursday, April 21, 2016

Wake Me Up When September Ends

Aku tau
Pertama kali kau melakukannya,
Kau berkali-kali melirik ke arahku
Belum profesional,
Itu masalahmu

Cemburu.
Aku ikuti permainanmu
Kau kira aku peduli?
Tidak mempan, Mas,
Caramu tidak mempan

Kata-katamu waktu itu adalah gerbang kebebasanmu
Benarkah?
Kau masih menghindar dariku
Kau masih menatapku sesekali

Berhentilah.
Berhentilah menyulitkan dirimu sendiri
Berhentilah salah paham dan terlalu banyak berpikiran buruk
Wajah itu tidak cocok untukmu


Omong-omong,
Soal lagu yang kau nyanyikan itu

Isn't that so... 'us'?

Wednesday, April 20, 2016

Seseorang

Sarkastik

Sinister

Licik

Melelahkan

Jatuh

Aku tidak percaya

Hahaha.








LUAR BIASA.

Bulan Malam Ini Hampir Purnama

Malam
Dengan bulan hampir purnama

Aku
Dengan perasaan ingin meledak


Sekelibat perasaan yang menahan langkah kaki untuk terus berjalan
Sekilas,
Dalam satu detak jantung

Perasaan yang kembali melanda
Perlahan
Perlahan

Tak ingin dikalahkan waktu
Yang akan membuat rasa itu menerjang

Aku melakukannya

Aku melawan keputusanku sendiri


Malam
Dengan bulan yang hampir purnama

Kutemukan kembali ikatan itu
Ikatan yang kukira sudah putus sejak lama

Ikatan
Antara aku dan dia


Tersenyum
Sambil berbicara
Di telepon kami masing-masing
Meski tak terlihat

Menatap langit
Dengan bulan yang sama


Bulan yang hampir purnama

Monday, April 11, 2016

Kebahagiaan

We live in a world
No one would ever know

But before you even know it,

Kebahagiaan itu sirna...
Selamanya

Gagak Hitam dalam Kabut Hatiku

Bulan purnama di malam kerinduan
Gagak hitam terbang melayang dalam awang-awang
Selegam langit malam yang mengelilinginya
Langit berkabut yang memantulkan cahaya bulan

Kabut yang mengagumi kepakan sayap kebebasan sang gagak
Mengikuti kebahagiaannya

Kabut itu menghilang
Berlalu dari hatiku


Hatiku yang kini kosong
Dalam puncak kerinduannya

Pesan Kepalaku Pada Hatiku

Mencoba meyakinkan diri untuk tetap tenang
Mencoba menahan hati untuk tidak terbakar

Tapi itu namanya menipu diri sendiri, ujar hatiku
Tapi itu lebih baik daripada kau tertipu emosi, jawab kepalaku

Tapi aku berada di antara orang-orang bodoh ini, bantah hatiku
Itulah kau yang terbakar emosi, sayangku, jelas kepalaku,
Bukan mereka yang bodoh

Tenangkan kepalamu, anakku, tenangkan dirimu, ujar kepalaku sambil memeluk hatiku
Lalu pelukan itu mengalirkan air ke mataku
Dan memaksa diri untuk keluar membanjiri pipiku

Tahan dirimu, sayangku, kepalaku menenangkan
Ayo, bantu lah paru-paru untuk bernapas,
Pompa lah cairan dalam tubuhmu,
Jangan lah kau tenggelam dalam pikiranmu sendiri

Kau tau, hatiku, kamu menentukan segalanya
Saat kau merasakan sesuatu, kami semua ikut merasakannya
Saat kau senang, kami ikut senang
Saat kau sedih, kami ikut sedih
Saat kau marah, kami pun ikut kesal
Tapi marah itu bukanlah perasaan yang baik, sayangku
Kau hanya merusak dirimu sendiri

Hatiku, lebih baik kau menangis,
Kita akan menanggung semuanya bersama-sama
Kau tidak akan pernah sendiri

Tapi jangan lah kau biarkan rasa benci merajaimu
Kami tidak ingin menjadi budak amarah

Lebih baik kau berlari ke tempat kami, sayangku
Datanglah bila kau butuh pelukan
Kita satu tubuh, biarkan lah kami berusaha mengerti dirimu
Dan menghadapi semua bersama sama


Lalu ucapan itu
Menggema sampai telingaku
Yang juga ikut menangis

Hatiku terdiam
Menangis dalam pelukan
Kepalaku mengelus punggungnya
Hingga ia menghangat
Dan semuanya kembali terasa lebih indah



Kosan Hanna, 11/04/16 11:17 pm

Friday, April 8, 2016

Concrete Walls

I miss those walls of trees
Now that we have concrete walls


Kalian tidak tau aku
Kalian tidak tau apapun

Aku ada, kalian membisu
Aku pergi, kalian menggema

Lalu aku,
Di depan mata kalian
Mendengarkan kalian berteriak
Leceh leceh bagai lintah

Kalian, tipikal anak jaman sekarang
Aku, stereotype manusia antikekerasan

Kalian, yang hatinya keruh
Aku, yang hatinya terlalu sensitif

Kita, yang larut dalam asumsi masing masing
Tanpa saling bicara
Tanpa penjelasan yang berharga
Tanpa saling mengerti
Tanpa komunikasi yang berarti

Perubahan dunia telah memengaruhi peradaban

Hormatmu kau taruh dikakimu
Aroganmu kau angkat tinggi di atas kepalamu
Hatimu kau kosongkan tanpa sisa rasa kebersamaan

Kalian, yang ditipu teknologi
Aku, yang menjaga diri dari sikap individualis

Kukira kita sama
Kukira kita butuh teman
Kukira manusia makhluk sosial

Ternyata, kalian bukan manusia :)


I miss those skies of stars
Now that we have concrete walls

Tuesday, April 5, 2016

Untuk Kakak :)

Menemukan kebahagiaan
Di balik hijaunya rerumputan
Butiran butiran pasir
Dan kicauan burung

Bukit
Yang bernyanyi
Pada langit
Yang merekah

Menjawabnya
Dengan gerakan awan
Melindunginya
Bersama hujan

Aku
Yang terdiam berdebar
Takut?
Malu?
Takut.

Bagai seorang pemburu dengan satu panah
Setelah menangkap satu
Tak akan coba mencari
Tak akan coba merayu

Hanya menuangkan kata-kata
Yang takut ia ucapkan

Doodle Days 150617

Snow White and the seven dwarfs But I'm not sure who's the Snow White And maybe the dwarfs are princesses, too Who knows? =====...