Ada 3 kata
Yang selalu kuulang berkali-kali
Di hadapanmu
Seperti seorang anak
Menulis sebuah cerita
Menggunakan sebuah kata
Berulang-ulang
Seperti orang-orang
Yang berbicara dalam barisan
Dan kata 'siap'
Menggema terus menerus
Seperti seseorang
Yang menyebut nama
Orang yang disayanginya
Tanpa henti
Seperti itulah aku
Di hadapanmu mengatakannya
Tak bisa dihentikan
"Aku sayang kamu"
Welcome to my world full of poetry, poems, stories, and even pictures! Let me share my world with you :)
Sunday, September 21, 2014
Short Story: Relationship Phobia
Santi, seorang perempuan berusia 16 tahun yang memiliki rambut kecoklatan sebahu, sedang mencuci piring pada suatu malam. Seusai mencuci piring, Santi memasukkan peralatan makan yang sudah dicuci sebelumnya ke dalam rak.
PRANG!
Gelas kesayangannya jatuh dan pecah. Padahal itu adalah gelas yang pernah dipakai pacarnya, Rian, saat berkunjung ke rumah Santi.
PRANG!
Gelas kesayangannya jatuh dan pecah. Padahal itu adalah gelas yang pernah dipakai pacarnya, Rian, saat berkunjung ke rumah Santi.
Thursday, September 4, 2014
Matahari Terlalu Indah untuk Kutatap Esok hari
Matahari terlalu indah untuk kutatap esok hari
Ada kalanya aku ingin menutup mata dari ketidakadilan dunia
Ada kalanya aku ingin menutup mata dari ketidakadilan dunia
Setiap insan datang dan pergi, berlalu, hanya berlalu
Tak ada yang menetap, tak ada pula tempat untuk menetap
Tak ada yang menetap, tak ada pula tempat untuk menetap
Senyuman-senyuman palsu,
Dari topeng-topeng bisu yang dipakai orang,
Tertawa di baliknya
Dari topeng-topeng bisu yang dipakai orang,
Tertawa di baliknya
Kalau aku tidak dibutuhkan, untuk apa aku membutuhkan
Semua hanya kemunafikan, cinta yang bertebaran tak terbalaskan
Semua hanya kemunafikan, cinta yang bertebaran tak terbalaskan
Cinta itu tidak ada
Tidak semua orang memiliki cinta di hati mereka
Kalaupun ada, disia-siakan, dianggap tidak ada
Karena semua ingin dunia hancur,
Dunia akan hancur,
Dunia sudah hancur
Andai semua ini tidak ada
Karena rasanya, semua ini tidak nyata
Mengawang dan melayang dalam pikiran tanpa rasa
Karena sang rasa sudah bosan disakiti :)
Ada Dia di Sana
Ada dia di sana
Di pinggir-pinggir jalan
Semua orang yang berjualan
Di antara pengunjung-pengunjung
Dan teriakan-teriakan sepi
Ada dia di sana
Di ruang-ruang kelas
Yang isinya para pemalas
Pada tiap gosip tentang masa depan
Dan foto pemimpin bangsa yang terpampang
Ada dia di sana
Di tepi sungai-sungai
Dan sampah-sampahnya yang mengalir
Di sela-sela hutan yang bergemuruh
Diam dan berisik
Ada dia di sana
Di kerumunan orang-orang
Dalam pusat perbelanjaan yang diserang
Bersama tawa para keluarga
Dengan senyum yang hina
Ada dia di sana
Ada dia di sini
Dalam diriku yang terbuang
Dalam hati setiap orang
Ada kau di sini
Cahaya kehidupan dan beban kehancuran
Di pinggir-pinggir jalan
Semua orang yang berjualan
Di antara pengunjung-pengunjung
Dan teriakan-teriakan sepi
Ada dia di sana
Di ruang-ruang kelas
Yang isinya para pemalas
Pada tiap gosip tentang masa depan
Dan foto pemimpin bangsa yang terpampang
Ada dia di sana
Di tepi sungai-sungai
Dan sampah-sampahnya yang mengalir
Di sela-sela hutan yang bergemuruh
Diam dan berisik
Ada dia di sana
Di kerumunan orang-orang
Dalam pusat perbelanjaan yang diserang
Bersama tawa para keluarga
Dengan senyum yang hina
Ada dia di sana
Ada dia di sini
Dalam diriku yang terbuang
Dalam hati setiap orang
Ada kau di sini
Cahaya kehidupan dan beban kehancuran
No title-1
Serangkaian kata-kata
Terjatuh
Dalam untaian benang panjang
Menyatu dalam tulisan
Menyerap ke pori-pori kertas
Teman putihku yang lunak
Dapat dengan mudah
Menghapus kalung itu dari kenyataan
Di suatu tempat yang tinggi
Balutan kain
Berceramah
Tentang aurat
Tentang aura
Jari tengahnya yang mengacung
Memainkan tali-tali yang menggantung
Naik turun
Ketika keritingnya bersatu
Satu orang yang mematung
Menatap kilauan
Jari-jemari
Yang padanya
Batu mulia
Seribu juta tahun
Umur seorang budiman
Dan seekor anjing
Lebih tua anjing
Karena kebebasannya
Orang ingin hidup,
Orang ingin mati,
Dalam naungan surya
Gemerlap bintang pusaka
Dan merasakan keajaiban
Terjatuh
Dalam untaian benang panjang
Menyatu dalam tulisan
Menyerap ke pori-pori kertas
Teman putihku yang lunak
Dapat dengan mudah
Menghapus kalung itu dari kenyataan
Di suatu tempat yang tinggi
Balutan kain
Berceramah
Tentang aurat
Tentang aura
Jari tengahnya yang mengacung
Memainkan tali-tali yang menggantung
Naik turun
Ketika keritingnya bersatu
Satu orang yang mematung
Menatap kilauan
Jari-jemari
Yang padanya
Batu mulia
Seribu juta tahun
Umur seorang budiman
Dan seekor anjing
Lebih tua anjing
Karena kebebasannya
Orang ingin hidup,
Orang ingin mati,
Dalam naungan surya
Gemerlap bintang pusaka
Dan merasakan keajaiban
Subscribe to:
Comments (Atom)
Doodle Days 150617
Snow White and the seven dwarfs But I'm not sure who's the Snow White And maybe the dwarfs are princesses, too Who knows? =====...
-
97 cahaya dan 60 kegelapan 68 kehidupan dan 31 kematian 77 senyuman dan 40 kemarahan 179 perayaan dan 142 kabar duka 37 air, 37 api 1 n...
-
Date 25/03/17 Ini kamu, tapi bukan kamu Tempat darimu, Bersama temanmu Kupakai dengannya, setengah dirinya Dan temanku, seluruh...
-
"Kamu tipeku," katanya. Dengan kekuatannya, dia melihatku menangis. Betapa tidak adil, Dia bisa terus melihatku di mana pun dia...