Di
atas gedung empat lantai
Pukul
delapan belas
Matahari
hampir terbenam
Saat
kita terdiam
Yang
kuingat senyum mirismu
Wahai
pemuda sastra, Feyn Do Jun
Saat
kau membuang segalanya
Karena
permainan hati cinta dua segitiga
Aku
adindamu sejak awal bertemu
Dan
aku menulis ini,
Akankah
kau kembali?
Untuk
sahabatku yang mencintaimu
Aku
cukup adikmu saja